Tampilkan postingan dengan label bahasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bahasa. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Maret 2018

Film Tanah Boreo (Batas)

Batas (sumber : wikipedia)


Judul          : Tanah Borneo (Batas)
Penulis       : Slamet Rahardjo
Sutradara   : Rudi Soedjarwo
Produser    : Marcella Zalianty
Pemeran    : Marcella Zalianty, Arifin Putra, Ardina Rasti, Jajang C Noer, Pier Pagau, Marcell Domits, Alifyandra, Otig Pakis, Tetty Liz Indriati
FILM TANAH BORNEO (Batas)
                      Rilis pada tahun 2011, film yang dimainkan oleh Marcella Zalianty ini memiliki tema tentang kehidupan tanah batas, yaitu menceritakan bagaimana kehidupan masyarakat terpencil di wilayah perbatasan. Dengan berlatar belakang di desa Entikong, salah satu desa di pedalaman Kalimantan. Film ini menceritakan tentang pendidikan dan kehidupan yang ada di pedalaman Kalimantan. Dengan durasi sekitar 115 menit, film Tanah Borneo (Batas) dikemas dengan bahasa Indonesia Baku dan sedikit ‘bumbu’ bahasa Daerah setempat. Berikut adalah unsur intrinsik dari film Tanah Borneo :
  • Tema : Kehidupan tanah batas
  • Tokoh : Jaleswari (Marcella Zalianty), Ubuh (Ardina Rasti), Nawara (Jajang C Noer), Panglima Dayak (Pier Pagau), Adeus (Marcell Domits), Borneo (Alifyandra), Otig (Otig Pakis).
  • Latar tempat : desa Entikong, Jakarta, rumah, sungai, sekolah, jalanan, hutan, kantor.
  • Alur : campur (maju-mundur).
  • Gaya bahasa : Bahasa Indonesia baku dan Bahasa Dayak.

                      Dari film berjudul Tanah Borneo ini, terdapat banyak hal yang dapat diambil serta dijadikan pengajaran, seperti berikut
  1. Jangan jadikan kesedihan dan keterpurukan sebagai akhir kehidupan.
  2. Dengan adanya tekad yang kuat, keinginan dapat menjadi kenyataan bahkan saat keadaan tidak mendukung kita.
  3.  Setiap orang memiliki pola pikir yang berbeda. Hargai, hormati dan pahami setiap perbedaan itu.


Selasa, 20 Februari 2018

Kata Kunci Materi Bahasa Indonesia Dalam Buku Bahasa Indonesia Kelas 11

  1. Teks prosedur
Teks prosedur adalah teks yang menyajikan informasi mengenai langkah-langkah melakukan sesuatu secara lengkap dan sistematis.

Kata kunci : 
  1. Informasi 
  2. Langkah-langkah
  3. Melakukan

arti dalam teks prosedur, yaitu teks yang berisikan informasi tentang langkah-langkah melakukan sesuatu.

  1. Teks Eksplanasi
Teks eksplanasi adalah sebuah teks yang berisi penjelasan-penjelasan mengenai suatu topik yang berhubungan dengan berbagai fenomena.

Kata kunci : 
  1. Penjelasan 
  2. Topik 
  3. Fenomena 

Arti dalam teks eksplanasi, yaitu teks yang berisikan penjelasan mengenai suatu topik tentang suatu fenomena.

  1. Ceramah
Ceramah adalah jenis komunikasi di depan umum yang berisi penyampaian suatu informasi.

Kata kunci :
  1. Komunikasi 
  2. Umum 
  3. Informasi 

ari dalam ceramah, yaitu komunikasi yang dilakukan di depan umum untuk menyampaikan suatu informasi.

  1. Nilai-nilai kehidupan dalam cerita pendek
Nilai-nilai kehidupan adalah nilai perbuatan baik yang harus kita tiru dan perbuatan buruk yang harus kita jauhi yang ada dalam sebuah cerita pendek.

Kata kunci : 
  1. Nilai
  2. Baik 
  3. Buruk 

arti dalam nilai-nilai kehidupan dalam cerita pendek, yaitu nilai-nilai dalam cerita pendek yang dapat kita saring baik dan buruknya.

  1. Proposal 
Proposal adalah program atau rencana kegiatan yang disusun secara sistematis dan diusulkan kepada pihak lain.

Kata kunci : 
  1. Program 
  2. Disusun
  3. Diusulkan 

Arti dalam proposal, yaitu sebuah program yang disusun untuk diusulkan kepada orang atau pihak lain.

  1. Karya ilmiah
Karya ilmiah adalah serangkaian kegiatan penulisan yang berlandaskan pada hasil penelitian yang disusun secara sistematis mengikuti metodologi ilmiah.

Kata kunci : 
  1. Penulisan
  2. Hasil 
  3. Penelitian 

Arti dalam karya ilmiah, yaitu penulisan yang dibuat dengan didasari pada hasil suatu penelitian.

  1. Resensi 
Resensi adalah teks yang berupa ulasan, tinjauan, atau komentar mendalam tentang kelebihan dan kelemahan suatu buku atau karya.

Kata kunci : 
  1. Ulasan 
  2. Kelebihan
  3. Kelemahan

Arti dalam resensi, yaitu suatu ulasan mengenai kelebihan dan kelemahan tentang sebuah karya.

  1. Drama
Drama adalah bentuk karya sastra yang bertujuan menggambarkan kehidupan dengan menyampaikan pertikaian dan emosi melalui lakuan dan dialog.

Kata kunci : 
  1. Karya 
  2. Kehidupan 
  3. Dialog 

Arti dalam drama, yaitu sebuah karya yang menceritakan tentang kehidupan melalui perbuatan dan dialog.


Selasa, 21 November 2017

Jawaban Soal Bahasa Indonesia Kelas XI

Soal : SOAL BAHASA INDONESIA KELAS XI
Jawaban no. 29-32 :
29. C. Mempunyai email pribadi 
ALASAN : karena salah satu syarat penting untuk membuat blog diperlukan akun email pribadi

30. D. 2 dan 3 
ALASAN : karena untuk dapat membuat blog dan log in ke blog adalah harus memiliki email pribadi

31. E. 4,5,6,1,2,3 
ALASAN : karena sebelum mengganti template blog, kita harus log in dan masuk ke HTML blog, kemudian klik tema, pilih tema, serta terapkan tema untuk dapat mengganti template

32. C. Label,postingan populer, profil, arsip blog, penelusuran blog. 
ALASAN : saya tidak memilih option b, d, atau e karena link youtube, atau blog teman bukan widget terpenting, dan juga pada option a terdapat media sosial, tapi media sosial bukan widget terpenting. Selain itu, di dalam blog diperlukan penelusuran blog karena dengan adanya penelusuran blog, pengunjung blog akan dengan mudah mencari tulisan-tulisan yang kita buat

Rabu, 08 November 2017

Soal Pilihan Ganda Bahasa Indonesia

1. Salah satu jenis komunikasi di depan umum yang berisi penyampaian  suatu informasi, pengetahuan, dan lainnya yang disampaikan oleh orang-orang yang menguasai bidang tertentu dan pendengarnya dapat melibatkan banyak orang adalah...
a. Ceramah    b. Pidato     c. Khotbah     d. Cerpen


2. Hal atau masalah yang menjadi pusat pembicaraan dari suatu ceramah adalah....
a. Pokok ceramah   b. Penutup   c. Rangkaian argumen   d. Isi


3.Penyampaian pendapat disertai dengan fakta-fakta yang menjelaskan isu tertentu adalah...
a. Pengenalan isu         b. Rangkaian argumen   
c. Penutup                     d. Pidato

4. Cerita yang menurut wujud atau struktur fisiknya berbentuk pendek adalah...
a. Cerpen   b. Legenda   c. Sage   d. Fabel

5. Tokoh dalam cerpen hanya melibatkan....
a. 3-4 sosok   b. 5-6 sosok   c. 2-3 sosok   d. 6-8 sosok

6. Konflik dalam cerpen yang berbentuk pertentangan antara dua tokoh atau lebih di dalam memperebutkan sesuatu yaitu ....
a. Konflik batin   b. Konflik sosial   c. Konflik fisik   d. Konflik ide

7. Rencana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja adalah pengertian proposal menurut...
a. KBBI     b. Jay      c. Hadi      d. Keraf

8. Proposal yang memiliki kaitan dengan dunia bisnis yaitu...
a. Proposal kegiatan               b. Proposal bisnis   
c. Proposal proyek                 d. Proposal penelitian

9. Salah satu teknik pengumpulan data  dengan cara peneliti melakukan pengamatan secara langsung di lapangan yaitu...
a. Angket  b. Wawancara   c. Observasi   d. Tes

10. Teks yang membahas tentang “mengapa” dan “bagaimana” suatu peristiwa terjadi yaitu ...
a. Teks eksplanasi         b. Teks prosedur   
c. Teks deskripsi            d. Teks narasi

11. Teks eksplanasi harus bersifat ...
a. Objektif   b. Informatif   c. Humor   d. Persuasif

12. Salah satu struktur teks eksplanasi yang berisi pernyataan suatu topik yang akan dijelaskan dengan gambaran-gambaran permasalahannya yaitu...
a. Pernyataan umum   b. Interpretasi   
c. Penutup                   d. Pengenalan isu

13. Salah satu kaidah kebahasaan teks eksplanasi kecuali ...
a. Menggunaan kalimat pasif
b. Lebih banyak menggunakan kata kerja aktif
c. Ditulis untuk membuat justifikasi
d. Menggunakan kata sapaan

Kamis, 14 September 2017

Hubungan Musik dengan Motivasi Belajar Siswa-i Kelas 11 SMA Kristen Kanaan

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
     Motivasi belajar merupakan salah satu hal penting untuk mendukung proses belajar seorang anak. Terdapat banyak cara yang dapat dilakukan untuk memotivasi seorang anak, seperti perhatian orang tua, dukungan dari orang tua ataupun keluarga. Tetapi, selain itu ada hal lain yang dapat menjadi motivasi belajar untuk anak yang jarang diketahui masyarakat atau orang tua yaitu musik. Musik bukanlah sesuatu hal yang asing di masyarakat dunia. Banyak orang menyukai musik, walau tidak emuanya menyukai jenis musik yang sama. Masyarakat khususnya remaja cenderung menjadikan musik sebagai sarana hiburan atau hanya sekedar pengusir rasa bosan. Tetapi selain untuk mengusir rasa bosan atau untuk menghibur. Musik memiliki banyak manfaat lain bagi pendengarnya yang jarang diketahui oleh masyarakat.
      Seperti, menurut penelitian oleh seorang  psikolog di University of Wisconsin, Frances Rauscher, mendengar musik Mozart dapat meningkatkan penalaran di bidang matematika dan kemampuan spesial.  Kemudian, penelitian dari Univerity of Kansas Medical Center mengemukakan bahwa orang yang terkait dengan musik memiliki otak yang lebih awet muda dibanding dengan orang yang tidak menyukai musik. Adapun menurut penelitian dari Hongkong, musik dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan otak anak.
      Dikarenakan banyaknya manfaat musik, tetapi jarang diketahui oleh masyarakat. Maka, penulis tertarik untuk membuat karya ilmiah mengenai hubungan musik dengan motivasi belajar siswa untuk mengetahui lebih lanjut mengenai musik dan manfaat-manfaatnya, serta hubungan musik dengan motivasi belajar anak.
1.2  Rumusan Masalah
·   Jelaskan manfaat musik bagi pendengarnya!
·   Apa saja yang dapat menjadi motivasi belajar siswa?
· Apakah musik dapat membantu memotivasi siswa untuk belajar?
1.3  Tujuan
·   Untuk mengetahui manfaat musik
·   Untuk mengetahui hal yang dapat menjadi motivasi belajar siswa
·  Untuk mengetahui apakah musik dapat memotivasi belajar siswa
1.4  Manfaat
 ·   Agar pembaca dapat mengetahui manfaat musik
 ·   Agar pembaca mengetahui cara memotivasi belajar
 ·   Agar pembaca mengetahui hubungan musik dengan motivasi belajar


BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1 Musik
     Musik bukanlah suatu hal yang asing lagi. Musik diketahui sudah ada sejak jaman manusia modern homo sapiens kurang lebih 180.000 – 100.000 tahun yang lalu. Pada jaman dahulu musik digunakan untuk upacara penyembahan atau upacara perkawinan.
Definisi musik menurut Jamalus (1988 : 1), yaitu suatu hasil karya seni berupa bunyi dalam bentuk lagu atau komposisi yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya melalui unsur-unsur pokok musik yaitu irama, melodi, harmoni, dan bentuk atau struktur lagu serta ekspresi sebagai suatu kesatuan. Sedangkan menurut Syafid (2003 : 203) dalam bukunya yang berjudul “Ensiklopedia Musik Klasik” musik adalah seni pengungkapan gagasan melalui bunyi yang unsur dasarnya berupa melodi, irama, dan harmoni dengan unsur pendukung berupa bentuk gagasan, sifat, dan warna bunyi. 
Berdasarkan dua pendapat di atas, penulis menyimpulkan bahwa musik adalah  suatu hasil karya seni berupa bunyi dengan unsur dasar berupa melodi, irama, dan harmoni sebagai suatu kesatuan.

2.2 Motivasi Belajar
         Motivasi belajar menurut Sardiman (1988:75) yaitu keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan kegiatan belajar dan memberi arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu tercapai. Selain itu, menurut W.S Winkel (1983:73), motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa untuk menimbulkan kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar itu, maka tujuan yang dikehendaki siswa tercapai
        Berdasarkan kedua pendapat di atas, maka penulis menyimpulkan bahwa motivasi belajar adalah suatu daya penggerak di dalam diri atau di luar diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar dan memberi arah pada kegiatan tersebut, sehingga tujuan yang dikehendaki siswa tercapai.

BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
    Jenis penelitian yang digunakan pada karya ilmiah ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif Menurut buku Metode Penelitian Kualitatif (Raco, 2010:108), kualitatif adalah penelitian dengan data berbentuk teks, foto, gambar, artifact, dan bukan berupa angka hitung-hitungan. Metode kualitatif bersifat induktif, yaitu mulai dari fakta, realita, gejala, masalah yang diperoleh melalui suatu observasi khusus. Menurut buku Metode Penelitian Kuantitatif Aplikasi dalam Pendidikan (Hamdi & Bahruddin, 2014:9), kualitatif adalah penelitian yang dapat menjelaskan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap kepercayaan, persepsi seseorang atau kelompok terhadap sesuatu.
        Berdasarkan beberapa pernyataan di atas, dapat disimpulkan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang dapat menjelaskan dan menganalisis suatu peristiwa dengan data berbentuk teks, foto, artifact, dan bukan berupa angka hitung-hitungan.                                                                                           Penulis menggunakan penelitian kualitatif karena penelitian kualitatif lebih cocok digunakan pada penelitian atau kasus dalam karya ilmiah berjudul “Hubungan Musik dengan Motivasi Belajar Siswa-i Kelas 11 SMA Kristen Kanaan”. Selain itu, dengan menggunakan penelitian kualitatif, dan mendapat data berupa dokumen atau hasil wawancara dapat menambah wawasan dan jawaban yang rinci serta kompleks mengenai kasus dalam karya ilmiah ini.

3.2 Metode Penelitian
          Dalam karya tulis ilmiah berjudul “Hubungan Musik dengan Motivasi Belajar Siswa-i Kelas 11 SMA Kristen Kanaan”, metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif.Menurut buku Metode Penelitian Teknik Informatika (Maturidi, 2014:26), yaitu meliputi pengumpulan data untuk uji hipotesis atau untuk menjawab pertanyaan mengenai status terakhir dari subjek penelitian. Tipe paling umum dari penelitian deskriptif yaitu penilaian sikap atau pendapat terhadap individu, organisasi, keadaan, atau pun prosedur. Menurut buku Metode Penelitian Kuantitatif Aplikasi dalam Pendidikan (Hamdi & Bahruddin, 2014:5), Penelitian deskriptif adalah suatu metode penelitian yang ditujukan untuk menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, yang berlangsung pada saat ini atau saat yang lampau.
         Berdasarkan beberapa pernyataan di atas, dapat disimpulkan bahwa metode penelitian deskriptif adalah metode yang meliputi pengumpulan data untuk menggambarkan fenomena yang ada dan uji hipotesis dari subjek penelitian pada saat lampau atau saat ini.
Penulis menggunakan metode penelitian deskriptif karena dengan menggunakan metode tersebut penulis berharap dapat mendapatkan informasi serta data-data dari sampel penelitian dengan rinci dan jelas.

3.3 Teknik Pengumpulan Data
     Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam karya tulis ilmiah ini adalah wawancara. Menurut buku Terampil Berwicara SMU 2 (Kamdhi, 2013:95), wawancara adalah suatu bentuk tanya-jawab dengan narasumber dengan tujuan mendapatkan keterangan, penjelasan, pendapat, fakta, bukti tentang suatu masalah atau suatu peristiwa. Menurut buku Big Book Bahasa Indonesia SMP Kelas 1, 2, & 3 (Fatin & Camalia, 2015:293), wawancara merupakan suatu teknik penggalian informasi yang dilakukan dengan melakukan tanya jawab kepada seseorang yang lazim disebut dengan informan atau narasumber.
       Berdasarkan beberapa pernyataan di atas, dapat disimpulkan bahwa wawancara adalah suatu teknik tanya jawab yang dilakukan untuk mendapat keterangan, penjelasan, atau pendapat tentang suatu kejadian atau peristiwa kepada seseorang informan atau narasumber.
Penulis menggunakan teknik wawancara untuk mengumpulkan data karena penulis berharap dengan menggunakan teknik wawancara, penulis dapat memperoleh data dengan lebih jelas dan rinci agar mendapatkan hasil penelitian yang maksimal.
Daftar pertanyaan wawancara :
1.     Apakah anda dapat melakukan kegiatan multitasking?
2. Menurut anda, apa saja manfaat dari mendengarkan musik?
3.   Apakah anda dapat berkonsentrasi jika belajar sambil mendengar musik?
4.   Menurut anda, apakah musik dapat membantu memotivasi seseorang untuk belajar? Mengapa?
5.  Menurut anda, apakah dengan mendengarkan musik dapat membantu memotivasi seseorang untuk belajar? Mengapa?
6. Menurut anda, apakah dengan belajar sambil mendengarkan musik di kelas dapat membuat siswa menjadi semangat belajar?
7. Menurut anda, Apakah musik berpengaruh pada motivasi serta konsentrasi belajar seseorang? Mengapa?
8. Menurut anda, hal apa yang dapat mempengaruhi semangat belajar siswa?

Penelitian Kuantitatif dan Penelitian Kualitatif


A. Pengertian Penelitian Kuantitatif dan Penelitian Kualitatif

     Penelitian Kuantitatif 
       Penelitian Kuantitatif merupakan salah satu jenis penelitian ilmiah yang terstruktur dan lebih menekankan pada aspek pengukuran yang obyektif serta  memperoleh data berbentuk angka, tabel, atau grafik.

    Penelitian Kualitatif
     Penelitian kualitatif merupakan salah satu jenis penelitian ilmiah yang tidak terstruktur dan lebih menekankan pada aspek pemahaman secara mendalam terhadap permasalahan atau topik serta memperoleh data berupa dokumen, catatan observasi, atau hasil wawancara. 

B. Perbedaan Penelitian Kuantitatif dan Penelitian Kualitatif

          Penelitian Kuantitatif
  • Menekankan pada aspek pengukuran
  • Terdapat identifikasi masalah
  • Data bersifat numerik
  • Dapat menggunakan angket atau kuesioner
  • Berorientasi pada hasil penelitian

         Penelitian Kualitatif :
  • Menekankan pada aspek pemahaman
  • Tidak terdapat identifikasi masalah
  • Data bersifat non-numerik
  • Peneliti harus terjun langsung dalam penelitian 
  • Berorientasi pada proses penelitian



Minggu, 06 Agustus 2017

Soal Esai dan Jawaban tentang ceramah

Halo semua...
Dikesempatan kali ini, saya akan menjawab beberapa pertanyaan dari sebuah blog yang berhubungan dengan materi kelas 11 semester 1, yaitu ceramah. Selamat membaca...

1. Apa arti dari ceramah? Jelaskan!
Jawaban : ceramah adalah salah satu jenis komunikasi di depan umum yang berisi penyampaian  suatu informasi, pengetahuan, dan lainnya yang disampaikan oleh orang-orang yang menguasai bidang tertentu dan pendengarnya dapat melibatkan banyak orang.
2. Apa saja yang perlu diperhatikan dalam membuat ceramah?
Jawaban : dalam membuat sebuah ceramah ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak terjadi kesalahan. Beberapa hal tersebut adalah :
1. Isi dan struktur teks ceramah
2. Kebahasaan teks ceramah
3. Penggunaan bahasa dalam teks ceramah
3. Sebutkan langkah-langkah menyusun teks ceramah!
Jawaban : Langkah-langkah menyusun teks ceramah, yaitu :
1. Mengenali konteks
2. Menentukan isu
3. Menentukan topik
4. Menyusun kerangka ceramah
5. Mengumpulkan dan memilih bahan
4. Sebutkan 3 bagian-bagian dari ceramah!
Jawaban : ceramah memiliki beberapa bagian, yaitu :
1. Pengenalan isu
2. Rangkaian argumen
3. Penegasan kembali
5. Jelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan ketika menanggapi ceramah!
Jawaban : ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika menanggapi ceramah, yaitu :
1. Latar belakang atau sebab timbulnya pertanyaan
Sebelum kita menanggapi ceramah, kita harus tahu sebab atau alasan mengapa kita dapat memunculkan sebuah atau beberapa pertanyaan mengenai ceramah tersebut. Contoh, kita menanggapi ceramah tersebut karena ada hal atau bagian yang kurang jelas atau kurang dimengerti, atau ada bagian dalam ceramah tersebut yang menurut kita keliru. Jika kita berkata keliru, bagian mana yang keliru dan mengapa kita dapat mengatakan bahwa bagian tersebut keliru.
2. Sampaikan pertanyaan dengan jelas dan tidak berbelit-belit
Dalam menyampaikan pertanyaan, sampaikanlah pertanyaan dengan jelas dan tidak berbelit-belit. Jelas dalam penyampaian dan jelas dalam kalimatnya, yaitu sampaikan dengan suara yang lantang dan jelas tapi tidak berteriak, dan sampaikan dengan kalimat efektif, tidak berbelit-belit yang dapat membuat penceramah tersebut bingung.
3. Gunakan pilihan kata dan nada yang santun
Dalam menyampaikan tanggapan, sampaikan dengan santun atau sopan. Jangan berteriak, dan gunakan kata-kata yang sopan.
6. Jelaskan ciri-ciri kebahasaan teks ceramah!
Jawaban : ciri-ciri kebahasaan teks ceramah :
1. menggunakan kata sapaan, seperti hadirin, bapak-bapak, ibu-ibu, atau saudara-saudara.
2. Menggunakan kata ganti orang pertama yang merujuk pada penceramah itu sendiri, seperti saya, kami, atau kita.
3. Menggunakan pernyataan-pernyataan yang berupa definisi, yaitu menggunakan kata-kata seperti adalah, yakni, atau merupakan.
4. Menggunakan kata-kata peristilahan yang berkenaan dengan topik ceramah, seperti aplikasi, gadget dan chatting.
5. Menggunakan kata-kata yang menunjukan hubungan argumentasi (sebab-akibat), seperti dengan demikian, sebab, oleh karena itu.
6. Menggunakan kata-kata yang menyatakan hubungan temporal maupun perbandingan atau pertentangan, yaitu sebelum itu, pada akhirnya, sebaliknya, atau namun.
7. Menggunakan kata kerja mental, seperti diharapkan, menduga, berpendapat, memperkirakan dan lainnya.
8. Menggunakan kata persuasif (harapan), contohnya hendaklah, mudah-mudahan, perlu, harus.
7. Jelaskan pengenalan isu sebagai bagian dari ceramah!
Jawaban : pengenalan isu dalam ceramah merupakan salah satu bagian dari ceramah yang berisikan penjelasan berupa deskripsi mengenai topik yang akan dibahas dalam ceramah yang ditandai dengan adanya pendefinisian atau penentuan batas topik dalam ceramah.
8. Sebutkan ciri-ciri kerangka ceramah yang baik!
Jawaban : kerangka ceramah yang baik memiliki beberapa ciri, yaitu :
1. Meliputi 3 bagian pokok, yaitu pengenalan isu, rangkaian argumen, dan penegasan kembali.
2. Mengungkapkan maksud yang jelas.
3. Setiap bagian dalam kerangka hanya mengandung satu gagasan.
4. Bagian-bagian dalam kerangka karangan harus tersusun secara logis.
9. Jelaskan teknik-teknik berceramah!
Jawaban : ada beberapa teknik yang harus diperhatikan dalam berceramah, yaitu :
1. Lafal
Lafal, yaitu cara pengucapan kata atau bunyi bahasa. Dalam berceramah, penceramah harus dapat melafalkan kata dengan baik agar pendengar dapat memahami dengan jelas isi dari ceramah yang disampaikan.
2. Intonasi
Intonasi, yaitu naik turunnya nada. Dalam menyampaikan ceramah, penceramah harus menyampaikan isi ceramah dengan intonasi yang tepat karena perbedaan intonasi dapat membuat perbedaan makna suatu kalimat.
3. Sikap tubuh
Sikap tubuh kita dalam menyampaikan sebuah ceramah haruslah tepat. Jika kita menyampaikan ceramah dengan sikap tubuh yang kaku, maka para pendengar tidak akan tertarik dan cepat bosan. Atau sikap tubuh kita yang terlalu santai akan membuat pendengar terbawa untuk tidak serius. Oleh karena itu, sikap tubuh kita pada saat meyampaikan ceramah harus dinamis atau bervariatif disesuaikan dengan isi pembicaraan, suasana, tempat, dan juga kondisi pendengar.
10. Bagaimana cara menanggapi ceramah?
Jawaban : Dalam menanggapi sebuah ceramah, kita harus menanggapinya dengan bahasa yang baik, pemilihan kata juga harus tepat agar tidak menyinggung siapapun baik pendengar lain atau sang penceramah.

Sekian dari saya, semoga apa yang saya tulis dapat bermanfaat dan mohon maaf jika ada kesalahan. Sampai jumpa lain waktu ^-^

Jumat, 28 Juli 2017

Pokok-pokok Pembicaraan

Halo semua...
Dikesempatan kali ini saya akan membahas mengenai salah satu KD di pelajaran Bahasa Indonesia kurikulum 2013 yaitu tentang mengidentifikasi informasi berupa permasalahan aktual yang disajikan dalam ceramah. Jadi, dalam KD ini kita akan mempelajari cara mengidentifikasi informasi, bagaimana kita dapat mengetahui pokok atau inti dari ceramah yang disampaikan..
 Tapi, sebelum membahas mengenai ceramah dan sebagainya. Hari ini saya ingin membahas satu hal yang menurut saya cukup penting agar kita dapat menangkap inti dari ceramah, yaitu menyimak.
Di sini kita tahu bahwa ada empat keterampilan berbahasa yang mungkin telah kawan-kawan pelajari dari SD hingga perguruan tinggi. Empat keterampilan berbahasa itu meliputi :
1. Berbicara
2. Menyimak
3. Membaca
4. Menulis
Menyimak dapat diartikan juga sebagai mendengar, atau mendengarkan. Tapi, kawan-kawan tahu tidak kalau menyimak, mendengar, dan mendengarkan memiliki perbedaan?
1. Mendengar
 Mendengar dapat diartikan dengan apa yang menjadi topik pembicaraan hanya lewat sepintas saja, seperti masuk ke telinga kanan kemudian langsung keluar melalui telinga kiri. Jika kita tidak mengerti ya tidak menjadi masalah. Contohnya :
A : “Nanti akan ada ulangan bahasa Indonesia ya?”
B : “Hmm..? tidak tau deh”
2. Mendengarkan
Hampir sama seperti mendengar, hanya saja pada mendengarkan kita berusaha untuk memahami, mengerti apa yang menjadi topik pembicaraan. Tetapi, karena terlalu sulit untuk dimengerti hingga kita tidak menemukan jawaban atau hasil dari apa yang telah kita bicarakan. Contohnya :
A : “Hari ini ada pr matematika loh, kamu sudah mengerjakannya belum?”
B : “Pr matematika? Oh astaga! Aku lupa, bagaimana ini?”
3. Menyimak
Kita sampai ditaraf yang lebih tinggi, yaitu menyimak. Dalam menyimak diperlukan konsentrasi tinggi agar kita dapat memahami apa yang menjadi topik atau pokok pembicaraan yang disampaikan oleh orang yang sedang berbicara. Kita dapat menyimak dengan baik apabila kita mampu menahan diri agar fokus kita tidak terpecah karena adanya gangguan. Gangguan itu dapat berasal dari luar diri dan dalam diri

A. Gangguan dari luar diri
Gangguan dari luar diri atau gangguan eksternal dapat berasal dari orang lain. Misal, saat kita sedang fokus menyimak, ada teman kita yang menngajak bicara, atau menjahili kita sehingga fokus kita terpecah
B. INTERNAL
Gangguan dari dalam diri atau gangguan internal dapat berupa rasa kantuk, atau bosan. Gangguan yang ditimbulkan dari fisik atau pikiran kita sendiri

Nah, tadi kita sudah selesai membahas mengenai empat keterampilan berbahasa. Sekarang kita akan berpindah kemateri selanjutnya.
Akan saya awali seperti ini, kawan-kawan, Bahasa Indonesia yang kita pelajari selama ini meliputi dua hal yaitu bahasa dan sastra. Dalam sastra khususnya drama dan cerpen terdapat dua unsur yaitu unsur intrinsik dan ekstrinsik. Unsur intrinsik meliputi tema, latar, alur, tokoh, penokohan, amanat, dan sudut pandang. Sedangkan unsur ekstrinsik yaitu latar belakang penulis.
Baik kawan-kawan, tadi saya sudah membahas mengenai empat keterampilan berbahasa dan juga bahasa indonesia. Sekarang pertanyaannya adalah apa inti dari pembahasan ini?
Dalam pembahasan ini, yang menjadi pokok pembicaraannya adalah dari SD hingga perguruan tinggi kita mempelajari tentang empat keterampilan berbahasa yang didalamnya terbagi menjadi dua yaitu bahasa dan sastra yang terdiri dari dua unsur pembangun yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik.
Nah, pembahasan kita cukup sampai disini dulu. Semoga apa yang saya tulis dapat bermanfaat bagi pembaca dan mohon maaf jika ada kesalahan. Sampai jumpa lain waktu ^-^


Keterangan : KD = Kompetensi Dasar

#POPULER